02 April 2006

Ikhwan Sejati

Tentang Ikhwan Sejati
sumber: masjidits





Seorang remaja pria bertanya pada ibunya: Ibu, ceritakan padaku tentang ikhwan sejati...


Sang Ibu tersenyum dan menjawab...

Ikhwan Sejati bukanlah dilihat dari bahunya yang kekar, tetapi dari kasih sayangnya pada orang disekitarnya....

Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari suaranya yang lantang, tetapi dari kelembutannya mengatakan kebenaran.....

Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari jumlah sahabat di sekitarnya, tetapi dari sikap bersahabatnya pada generasi muda bangsa ...

Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari bagaimana dia di hormati ditempat bekerja, tetapi bagaimana dia dihormati didalam rumah...

Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari kerasnya pukulan, tetapi dari sikap bijaknya memahami persoalan...


Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari dadanya yang bidang, tetapi dari hati yang ada dibalik itu...

Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari banyaknya akhwat yang memuja, tetapi komitmennya terhadap akhwat yang dicintainya...

Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari jumlah barbel yang dibebankan, tetapi dari tabahnya dia mengahdapi lika-liku kehidupan...

Ikhwan Sejati bukanlah dilihat dari kerasnya membaca Al-Quran, tetapi dari konsistennya dia menjalankan apa yang ia baca...

....setelah itu, ia kembali bertanya...

"Siapakah yang dapat memenuhi kriteria seperti itu, Ibu ?"

Sang Ibu memberinya buku dan berkata.... " Pelajari tentang dia..." ia pun mengambil buku itu, "MUHAMMAD", judul buku yang tertulis di buku itu .

Indahnya Ukhuwah

Indahnya Ukhuwah


يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَى وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

Hai manusia sesungguhnya Allah telah menciptakan kamu yang terdiri dari lelaki dan perempuan, dan menjadikan kamu bersuku-suku dan berbangsa-bangsa supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya manusia yang paling mulia di sisi Allah adalah mereka yang bertakwa kepada-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal (49:13)



Ukhuwah adalah sebuah karunia Illahi yg dituangkan Allah dalam hati-hati hamba-hambaNya yang ikhlas dan bertakwa. Ukhuwah terjalin karena perasaan cinta yang dilandasi iman dan takwa. Sekalipun ada cinta, jika tak ada dasar iman dan takwa, persaudaraan sulit terwujud dan lebih banyak kemungkinan untuk saling bertolak belakang.

Nikmat Sebuah Ukhuwah

Fadlilah ukhuwah Islamiyah sangatlah besar karena itu Allah pun memberikan kedudukan utama dan mulia serta keutamaan yang banyak bg mereka yg mau mewujudkannya.

Rasulullah salallahu'alaihi wa sallam pernah bercerita: Seorang laki2 berkunjung kepada saudaranya karena Allah. Lalu Allah menyuruh seorang malaikat unk mengikuti laki2 itu. Malaikat bertanya 'Mau kemana engkau?', laki2 itu menjawab 'Aku mau mengunjungi saudaraku, si Fulan'. Malaikat berkata 'Apakah engkau punya keperluan dengannya?' Laki2 itu menjawab 'Tidak ada!', Malaikat berkata 'Apakah ada pertalian kerabat antara engkau dan dia?', Laki2 itu menjawab 'Tidak!', Malaikat berkata 'Barangkali ada satu nikmatnya dgn kunjunganmu kepadanya?', Laki2 itu menjawa 'Tidak!', Malaikat bertanya 'Kalau begitu apa keperluanmu?' Laki2 itu menjawab 'Aku menyenangi dia karena Allah' Malaikat berkata 'Sesungguhnya Allah telah mengutus aku unk menyampaikan berita padamu bahwa Allah mencintaimu karena engkau mencintainya. Maka Allah telah mewajibkan kamu masuk surga (HR Muslim)

Rasulullah SAW bersabda, "Di sekitar Arsy ada menara-menara dari cahaya. Di dalamnya ada orang-orang yang pakaiannya dari cahaya dan wajah-wajah mereka bercahaya. Mereka bukan para Nabi dan syuhada’, tetapi para Nabi dan Syuhada’ iri pada mereka. "Ketika ditanya oleh para sahabat, Rosulullah saw menjawab, "Mereka adalah orang-orang yang saling mencintai karena Allah, saling bersahabat karena Allah, dan saling kunjung karena Allah"(HR. Tirmidzi)

Agar Ukhuwah Awet
  1. Nyatakan rasa cintamu (ngga main2 loh...Rasulullah sendiri yang menganjurkan). Seperti dalam Hadist Rasulullah: "Apabila seseorang mencintai saudaranya, maka hendaklah ia mengatakan rasa cintanya kepadanya" (HR Abu Dawud dan At Tirmidzi)
  2. Saling mendoakan. Orang yang mendoakan saudaranya pun tidak akan rugi karena keutamaan doa itu sendiri akan tetap kembali kepada orang yang mendoakan, seperti dalam sebuah hadist: "Tidaklah seorang hamba mukmin berdoa untuk saudaranya dari kejauhan, melainkan malaikat berkata 'Dan bagimu seperti itu' " (HR Muslim)
  3. Saling memberi hadiah. Jangan terlalu dipikir susah. Pemberian hadiah tidak harus menunggu momen-momen tertentu apalagi dengan momen bid'ah seperti ultah/milad. Juga tidak perlu sesuatu yg bernilai finansial tinggi. Yang diukur adalah bukan nilai finansialnya, tapi makna dari pemberian hadiah itu sendiri. Pemberian hadiah seperti ini akan menumbuhkan perasaan cinta antara pemberi dan yang diberi, Rasulullah bersabda: "Saling memberi hadiahlah, niscaya kamu akan saling mencintai" (HR Al Bukhari). (ehem2...senengnya yang baru dapet hadiah dari saudaranya yang mencintainya karena allah, heheehhe....mau juga dong dikasih hadiah...:D)
  4. Melepas kesusahan saudaranya. Rasulullah bersabda: "Barang siapa melepaskan salah satu kesusahan dunia dari seorang mukmin, maka Allah akan melepaskan salah satu kesusahan hari kiamat darinya. Barang siapa memudahkan orang yang dilanda kesulitan, maka Allah akan memudahkannya didunia dan akhirat" (HR Muslim)
  5. Memenuhi hak sesama muslim. Yang ini dibagi menjadi 2, hak umum dan hak khusus.
  • Hak umum:
    Dikenal melalui hadist yg bersumber dr Abu Hurairah, Rasulullah berkata: "Hak muslim atas muslim lainnya ada 6: menjawab salam, menghadiri undangan, memberi nasehat, mendoakannya bila bersin, menjenguknya bila sakit, dan mengantarkan jenazahnya" (HR Muslim)
  • Hak khusus:
  • berinteraksi dalam segala hal
    Mestinya, saudara sesama muslim kita jadikan teman dalam meniti kehidupan beragama kita. Teman dalam suka dan duka, ada rasa saling memiliki dan memahami. Bahkan berusaha untuk mementingkan urusan saudaranya dari urusannya sendiri sebagai wujud perngorbanan tulus untuk membahagiakan saudaranya.
  • menutup aib
    Aib saudara sesama muslim wajib disimpan demi menjaga kehormatannya. Ini akan terwujud jika ada kesadaran bahwa aib saudaranya seakan-akan adalah aibnya sendiri. Rasulullah bersabda: "Tidaklah seorang hamba menutup aib hamba yg lain, kecuali Allah menutupi keburukannya pada hari kiamat" (HR Muslim)


Lalu apalagi yang kita tunggu? Kita sudah tahu keutamaan ukhuwah dan kiat-kiat agar keutamaan itu dapat kita rasakan secara istimror. Niatkan akhuwah ini karena Allah semata agar bernilai ibadah. Innallahi ma'ana.

Sumber: unisa

-<)-( Kontemplasi )-(>-

Stop Comparing, Start Flowing !




"Setiap perjalanan mencari kebahagiaan dan keindahan di luar, akan selalu berujung pada bukan apa-apa, leads you nowhere. Setiap kekecewaan hidup yang jauh dari keindahan dan kebahagiaan, berangkat dari mencarinya di luar".

Untuk mencapai tingkatan kehidupan yang penuh keindahan dan kebahagiaan, seseorang harus melalui 5(lima) buah 'pintu' yang menuju ke tempat tersebut.

Pintu pertama adalah stop comparing, start flowing.

"Stop membandingkan dengan yg lain. Seorang ayah/ibu belajar untuk tidak membandingkan anak dengan yg lain. Karena setiap pembandingan akan membuat anak-anak mencari kebahagiaan di luar."

Setiap penderitaan hidup manusia, setiap bentuk ketidakindahan, dimulai dari membandingkan. Contohnya orang kaya berkulit hitam yg tdk dpt menerima kenyataan bahwa dia berkulit hitam. Orang itu sering kali membandingkan dirinya dengan orang kulit putih. "Uangnya banyak, sehingga mampu mengongkosi hobinya untuk operasi plastik". Sehingga orang yang hidup dari satu perbandingan ke perbandingan lain, maka hidupnya kurang lebih sama dengan orang kaya itu. Leads you nowhere. Karena itu, arahkanlah ke sebuah titik, mengalir (flowing) menuju ke kehidupan yang paling indah di dunia, yaitu menjadi diri sendiri. Apa yg disebut flowing ini sesungguhnya sederhana saja. Kita akan menemukan yang terbaik dari diri kita, ketika kita mulai belajar menerimanya. Sehingga kepercayaan diri juga dapat muncul. Kepercayaan diri ini berkaitan dengan keyakinan-keyakinan yg kita bangun dari dalam. "Tidak ada kehidupan yang paling indah dengan menjadi diri sendiri. Itulah keindahan yang sebenar-benarnya!"

Pintu kedua menuju keindahan dan kebahagiaan adalah memberi.

Sebab utama kita berada di bumi ini, adalah untuk memberi. "Kalau masih ragu dengan kegiatan memberi, artinya kita harus memberi lebih banyak". "Ada 3 tangga emas kehidupan; I intend good, I do good and I am good. Saya berniat baik, saya melakukan hal yang baik, kemudian saya menjadi orang baik".

Yang baik-baik itu bisa kita lakukan, bila kita konsentrasi pada hal memberi. Memberi tidak harus selalu dalam bentuk materi. Pemberian dapat berbentuk senyum, pelukan, perhatian. Dan setiap manusia yang sudah rajin memberi, dia akan memasuki wilayah beauty and happiness. "Selayaknya dengan orang-orang kaya. Ada yang suka memberi, ada yang pelit. Melihat orang yang tidak suka memberi, muka orang itu keringnya minta ampun. Orang yang mukanya kering ini bertanya ? Apa rahasia kehidupan yang paling penting yang bisa saya bagi ke saya. Jawabnya simple, "sleep well, eat well," sambil tersenyum. Artinya memang, untuk ongkos untuk menjadi bahagia tidak mahal. Hanya saja orang sering kali memperumit hal yang sudah rumit. Kalau kita sederhanakan, sleep well, eat well akan jadi mudah jika diikuti dengan kegiatan memberi.

Pintu ketiga utk menuju keindahan & kebahagiaan adalah berawal dari semakin gelap hidup Anda, semakin terang cahaya Anda di dalam.

Perhatikanlah bintang di malam hari tampak bercahaya, jika langitnya gelap. Sedangkan, lilin di sebuah ruangan akan bercahaya bagus, jika ruangannya gelap. Artinya, semakin anda berhadapan dengan masalah dan cobaan dalam hidup, anda akan semakin bercahaya dari dalam. "Jika anda (si cantik) punya suami yg keras dan suka marah-marah, jangan lupa bersyukurlah. Karena suami yang keras & suka marah-marah, membuat sinar dari dalam diri anda bercahaya. Anda mungkin punya istri yang cerewetnya minta ampun. Bersyukurlah, karena orang cerewet adalah guru kehidupan terbaik. Paling tidak dari orang cerewet kita belajar tentang kesabaran. Jika anda punya atasan diktatornya minta ampun. Bersyukurlah, karena anda dapat belajar tentang kebijaksanaan. (Kali ajee Naik gaji) Or Hmmm Pesangon Pecat!!

Orang yang pada akhirnya menemukan keindahan & kebahagiaan, biasanya telah lulus dari universitas kesulitan. Semakin banyak kesulitan hidup yang kita hadapi, semakin diri kita bercahaya dari dalam. Mengutip perkataan Jalaluddin Rumi semuanya dikirim sebagai pembimbing kehidupan dari sebuah tempat yg tak terbayangkan.

"Tidak hanya orang cantik saja yang berguna, orang jelek juga berguna. Gunanya adalah karena orang jelek, orang cantik terlihat jadi tambah cantik,". Jadi semuanya ada gunanya, untuk menghidupkan cahaya-cahaya beauty and happiness.

Pintu keempat adalah surga bukanlah sebuah tempat, melainkan adalah rangkaian sikap.

Bila anda melihat hidup penuh dengan kesusahan dan godaan, maka neraka tidak ketemu setelah mati. Neraka sudah ketemu sekarang. Makan Tuch Neraka .... BT Trus NEHH !!

Sedangkan anda adalah orang yang akan bertemu surga, jika hasil dari rangkaian sikap anda benar. Sikap ini dimulai dari berhenti mengkhawatirkan segala sesuatunya, dan coba yakinkan diri bahwa "everything will be allright". Setiap kali kita melalukan ritual peribadatan, tetapi setiap kali pula kita merasa takut. Padahal ketakutan adalah sebentuk ketidakyakinan terhadap kebenaran.

"Kalau anda melalukan ritual peribadatan tapi masih takut, mending jangan melalukan ritual peribadatan, karena anda itu tidak yakin terhadap kebenaran," Yach gak sich!! "Segala sesuatunya menjadi baik-baik saja jika Anda mencintai yang kecil," Yoaaaa ....

Pintu kelima atau yang terakhir menuju keindahan dan kebahagiaan yakni tahu diri kita dan kita tahu kehidupan.

Manusia-manusia yang tidak tahu diri adalah manusia yg tidak pernah ketemu keindahan dan kebahagiaan dalam hidupnya. "Sumur kehidupan yang tidak pernah kering berada di dalamnya. Sumur ini hanya kita temukan dan kita timba airnya kalau kita bisa mengetahui diri kita sendiri." Seandainya diri sendiri telah ditemukan, maka artinya kita kemudian akan dengan sendirinya mengetahui kehidupan. Coba deh anda baca bukunya harun Yahya yang Deep Thinking.

Good Luck, may Allah blessing us, Amien!! Innallaha ma'ashshabiriin

Thx to Ogen...