14 June 2006

10 Penghapus Dosa

10 Hal Penghapus Dosa


Imam Abu Ja'far Ath-Thahawi berkata dalam kitabnya al-Aqidah ath-Thahawiyah bahwa ada sepuluh hal yang dengannya Allah swt mengampuni dosa-dosa seorang hamba, yaitu:
  1. Taubat kepada Allah swt, dengan sebenar-benarnya.
  2. Beristighfar (mohon ampun) kepada Allah swt.
  3. Amal-amal shalih. Allah swt. berfirman, "Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu akan menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk." (QS. Huud: 114). Di antara amal-amal yang akan menggugurkan dosa-dosa (khususnya dosa-dosa kecil) ialah berwudhu, shalat yang lima waktu, puasa Ramadhan, shalat Jum'at, melangkahkan kaki ke Masjid, memperbanyak sujud (shalat sunnah), qiyamul lail (shalat malam), shalawat kepada Rasulullah swa., haji dan umroh, berjihad di jalan Allah dan Iain-Iain.
  4. Doa dari saudara-saudaranya yang seiman, baik ketika yang dido'akan itu masih hidup ataupun telah meninggal.
  5. Hadiah pahala amal dari orang-orang mukmin. Seorang sahabat berkata kepada Nabi saw, "Sesungguhnya ibuku telah meninggal, saya yakin seandai-nya ia sempat berbicara tentu ia akan bersedekah. Apakah ia akan mem-peroleh pahala jika aku bersedekah atas namanya?" Beliau saw menjawab, "Ya." (HR. Bukhari dan Muslim).
  6. Syafa'at Rasulullah saw di akhirat kelak. Rasulullah saw bersabda, "Setiap Nabi memiliki satu doa yang ia telah berdoa dengan itu lalu dikabulkan oleh Allah. Dan aku menjadikan doaku itu sebagai syafa'at untuk umatku pada hari kiamat kelak. "(HR. Bukhari dan Muslim).
  7. Musibah yang menimpa seorang mukmin di dunia. Rasulullah saw bersabda, "Tiada satu musibah pun yang menimpa seorang muslim seperti keletihan, sakit, sedih, murung ataupun gangguan dan kesulitan yang berat sampai duri yang menusuknya melainkan Allah hapuskan dosanya. "(HR. Bukhari).
  8. Ujian kubur. Setiap manusia akan diuji dalam kuburnya berupa pertanyaan dua orang malaikat serta merasakan himpitan kubur. Dengan izin Allah swt itu semua akan mengurangi dosa-dosa orang mukmin.
  9. Peristiwa-peristiwa dahsyat yang akan dialami di akhirat.
  10. Ampunan dan rahmat dari Dzat Yang Maha Penyayang (Allah aza wajalla).

13 June 2006

When I'm Old

KETIKA AKU SUDAH TUA



Ketika aku sudah tua, bukan lagi aku yang semula. Mengertilah, bersabarlah sedikit terhadap aku.

Ketika pakaianku terciprat sup, ketika aku lupa bagaimana mengikat sepatu, ingatlah bagaimana dahulu aku mengajarmu.

Ketika aku berulang-ulang berkata-kata tentang sesuatu yang telah bosan kau dengar, bersabarlah mendengarkan, jangan memutus pembicaraanku. Ketika kau kecil, aku selalu harus mengulang cerita yang telah beribu-ribu kali kuceritakan agar kau tidur.

Ketika aku memerlukanmu untuk memandikanku, jangan marah padaku. Ingatkah sewaktu kecil aku harus memakai segala cara untuk membujukmu mandi?

Ketika aku tak paham sedikitpun tentang tehnologi dan hal-hal baru, jangan mengejekku. Pikirkan bagaimana dahulu aku begitu sabar menjawab setiap "mengapa" darimu.

Ketika aku tak dapat berjalan, ulurkan tanganmu yang masih kuat untuk memapahku. Seperti aku memapahmu saat kau belajar berjalan waktu masih kecil.

Ketika aku seketika melupakan pembicaraan kita, berilah aku waktu untuk mengingat. Sebenarnya bagiku, apa yang dibicarakan tidaklah penting, asalkan kau disamping mendengarkan, aku sudah sangat puas.

Ketika kau memandang aku yang mulai menua, janganlah berduka. Mengertilah aku, dukung aku, seperti aku menghadapimu ketika kamu mulai belajar menjalani kehidupan.

Waktu itu aku memberi petunjuk bagaimana menjalani kehidupan ini, sekarang temani aku menjalankan sisa hidupku.

Beri aku cintamu dan kesabaran, aku akan memberikan senyum penuh rasa syukur, dalam senyum ini terdapat cintaku yang tak terhingga untukmu.


thanx mom....

05 June 2006

Pesan Neraka

Pesankan Saya, Tempat di Neraka!!

Sebuah kisah dimusim panas yang menyengat. Seorang kolumnis majalah Al Manar mengisahkannya...Musim panas merupakan ujian yang cukup berat. Terutama bagi muslimah, untuk tetap mempertahankan pakaian kesopanannnya. Gerah dan panas tak lantas menjadikannya menggadaikan akhlak. Berbeda dengan musim dingin, dengan menutup telinga dan leher kehangatan badan bisa dijaga. Jilbab bisa sebagai multi fungsi.

Dalam sebuah perjalanan yang cukup panjang, Cairo-Alexandria; di sebuah mikrobus. Ada seorang perempuan muda berpakaian kurang layak untuk dideskripsikan sebagai penutup aurat. Karena menantang kesopanan. Ia duduk diujung kursi dekat pintu keluar. Tentu saja dengan cara pakaian seperti itu mengundang 'perhatian' kalau bisa dibahasakan sebagai keprihatinan sosial. Seorang bapak setengah baya yang kebetulan duduk disampingnya mengingatkan. Bahwa pakaian seperti itu bisa mengakibatkan sesuatu yang tak baik bagi dirinya. Disamping pakaian seperti itu juga melanggar aturan agama dan norma kesopanan.

Tahukah Anda apa respon perempuan muda tersebut? Dengan ketersinggungan yang sangat ia mengekspresikan kemarahannya. Karena merasa privasinya terusik. Hak berpakaian menurutnya adalah hak prerogatif seseorang.

"Jika memang bapak mau, ini ponsel saya. Tolong pesankan saya, tempat di neraka Tuhan Anda!!" Sebuah respon yang sangat frontal.

Dan sang bapak pun hanya beristighfar. Ia terus menggumamkan kalimat-kalimat Allah. Detik-detik berikutnya suasanapun hening. Beberapa orang terlihat kelelahan dan terlelap dalam mimpinya. Tak terkecuali perempuan muda itu. Hingga sampailah perjalanan dipenghujung tujuan. Di terminal akhir mikrobus Alexandria. Kini semua penumpang bersiap-siap untuk turun. Tapi mereka terhalangi oleh perempuan muda tersebut yang masih terlihat tertidur. Ia berada didekat pintu keluar.

"Bangunkan saja!" begitu kira-kira permintaan para penumpang.

Tahukah apa yang terjadi. Perempuan muda tersebut benar-benar tak bangun lagi. Ia menemui ajalnya. Dan seisi mikrobus tersebut terus beristighfar, menggumamkan kalimat Allah sebagaimana yang dilakukan bapak tua yang duduk disampingnya.

Sebuah akhir yang menakutkan. Mati dalam keadaan menantang Tuhan. Seandainya tiap orang mengetahui akhir hidupnya....

Seandainya tiap orang menyadari hidupnya bisa berakhir setiap saat...

Seandainya tiap orang takut bertemu dengan Tuhannya dalam keadaan yang buruk...

Seandainya tiap orang tahu bagaimana kemurkaan Allah...

Sungguh Allah masih menyayangi kita yang masih terus dibimbing-Nya. Allah akan semakin mendekatkan orang-orang yang dekat denganNYA semakin dekat.

Dan mereka yang terlena seharusnya segera sadar... mumpung kesempatan itu masih ada.

فَأَلْهَمَهَا فُجُورَهَا وَتَقْوَاهَا

“Maka diilhamkan kepada manusia jalan yang buruk (fujur) dan jalan yang baik (taqwa)” (Surah As Syams :8)

إِنَّا هَدَيْنَاهُ السَّبِيلَ إِمَّا شَاكِرًا وَإِمَّا كَفُورًا

"Sesungguhnya Kami telah menunjukinya jalan yang lurus; ada yang bersyukur dan ada pula yang kafir." (Al Insaan: 3)

Maka setiap manusia akan diilhamkan jalan baik dan buruk berdasarkan kemahuan dan kehendaknya. Apabila seseorang manusia inginkan jalan kebaikan Allah akan membantu dan meluaskan dadanya untuk Islam. Rasulullah menegaskan bahawa orang yang diinginkan Allah akan kebaikkannya maka akan diberi kefahaman Ilmu agama walau apa latarbelakangnya sekalipun.