01 September 2005

وَلَنْ تَرْضَى عَنْكَ الْيَهُودُ وَلا النَّصَارَى حَتَّى تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ قُلْ إِنَّ هُدَى اللَّهِ هُوَ الْهُدَى وَلَئِنِ اتَّبَعْتَ أَهْوَاءَهُمْ بَعْدَ الَّذِي جَاءَكَ مِنَ الْعِلْمِ مَا لَكَ مِنَ اللَّهِ مِنْ وَلِيٍّ وَلا نَصِيرٍ(021: haraqaB-lA)


"Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah "Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)". Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak jadi menjadi pelindung dan penolong bagimu"


Meski ada usaha-usaha menekan Islam, nyatanya pemeluk Islam di Australia makin bertambah. Lebih dari 15 ribu warga Australia di Queensland memeluk Islam pasca 11 September, ujar Australian Broadcasting Corporation (ABC. (foto Zaman).

Sumber http://www.hidayatullah.com

For more information klik this link http://swaramuslim.net/more.php?id=2188_0_1_0_M

Asosiasi Istri Pendukung Suami Poligami

Berita ini mungkin akan ‘menyengat’ para aktifis perempuan dan gender yang paling alergi
mendengar kata ‘poligami’. Tapi di Mesir, asosiasi itu benar-benar ada dan banyak peminatnya.



Hidayatullah.com --Adalah Hayam Dorbek, 42 tahun. Dalam sebuah debat di televisi, ibu dua anak mencengangkan banyak orang, terutama aktifis perempuan yang sering dianggap pembawa gagasan gender dari Barat. Pasalnya, Dorbek justru mengajak pemerintah dan wanita seluruh negeri di kota itu untuk menggalakkan ta’adud atau yang sering disebut poligami.

Dalam debat yang ditayangkan di sebuah televisi, Dorbek sempat membuat kaget banyak orang. Menurutnya, Mesir dan negeri-negeri Arab di Timur-Tengah harus lebih terbuka lagi dan menggalakan poligami. Karena itu, dia, mengajak para wanita Mesir untuk mempromosikan suaminya agar bisa menikah lagi. Sebelum gagasannya dikampanyekan keluar, awalnya, Dorbek merasa tak siap dengan itu. Menariknya, justru dua anaknya yang paling dicintai malah mendukungnya.

Apalagi dengan kesibukannya dalam pekerjaan, baginya, sang suami tidaklah cukup mempunyai satu orang istri saja, katanya dikutip Associated Press (AP), (29/8), Senin kemarin. Dia merasakan, konsep Islam tentang poligami justru jawaban bagi banyak dari penyakit sosial di Mesir. Karena itu, dirinya pernah menulis artikel berjudul "Satu Isteri Tidaklah Cukup," dan telah membantu suatu asosiasi bernama "Al-Tayseer," atau pemberian kemudahan, untuk mempromosikan poligami.

Tentu saja, gagasannya itu menyengat kalangan aktifis gender. Nihad Aboul-Qomsan, Direktur Center for Women's Rights (CWR), Mesir dengan sinis menyebut gagasan itu akan membuat Mesir mirip Arab Saudi yang dianggapnya konservatif. Namun Dorbek justru menyangkal. Menurutnya, gagasan mendukung suami untuk berpoligami itu sesuai dengan perkembangan kebutuhan dunia modern. Menurutnya, memberikan kesempatan menikah lagi itu adalah alternative atas dekadensi Barat.

“Aku meminta hak kaum wanita: hak-hak mereka menikah sekalipun menikah satu pria," ujarnya. Tapi, poligami adalah "izin yang diberikan Tuhan untuk menstabilkan masyarakat dan memecahkan permasalahannya," tambahnya lagi. Berpoligami, ujarnya, akan menghentikan kebiasaan buruk termasuk budaya affair, sebagaimana dilakukan para pejabat tinggi. Gempuran dan rasa sinisme terhadap poligami, menurut Dorbek adalah akibat gencarnya arus sekularisme dari Barat dan merusak Islam.

"Arus sekular dalam masyarakat telah memberangus suara Islam dan mengaburkan mereka," katanya. Undang-undang Mesir membolehkan pria berpoligami. Namun, kebanyakan pria Mesir jarang mempraktekkannya. Ini agak berbeda disbanding di belahan negeri-negeri Arab lainnya. Meski demikian, beberapa waktu belakangan ini, budaya poligami di negeri itu mulai meningkat. Salah satu contohnya adalah Arafat Sayed. Pengusaha asal selatan kota Luxor ini telah menikah dengan tiga istri dan akan mempertinbangkan menikah keempat kalinya.

"Kamu bisa menikah dengan hanya satu wanita, tetapi mempunyai masalah yang mana menjadi lebih baik?" katanya. Hal yang sama terjadi pada Nagwa. Namun pria yang tinggal di kota Sinai ini lebih dulu menyarankan agar menikah lagi sesuai dengan ketentuan agama. Sebab dengan cara itu perniakahannya akan terjaga. Terutama akan melindungi hak wanita yang akan dinikahi. "Pada mulanya merasa cemas," kata Nagwa."Tetapi ketika kamu bersama seseorang yang sangat takut pada Allah, ia akan menjagamu."

Faktanya, meski kalangan aktifis perempuan sewot, Dorbek mengaku makin yakin gagasannya berkampanye mendukung para suami menikah lagi. Menurutnya, telah ratusan pria mendukung kampanye nya dan menemukan seorang isteri kedua. Sebaliknya, sudah belasan wanita menghubungi nya dan berencana akan mencarikan suaminya istri lagi.

Praktek Lama

Praktek poligami bukanlah hal baru. Sejak zaman raja-raja Nusantara dulu, praktek seperti ini sudah biasa dilakukan para raja yang dikenal memiliki puluhan selir. Bedanya dengan Islam, praktek seperti ini dibatasi hanya empat orang dan harus benar-benar adil.

Di Indonesia, praktek seperti ini sebelumnya tak pernah dipermasalahkan kecuali munculnya wanaca gender dari Barat. Umumnya, beberapa ulama dan kiai besar dari NU dikenal memiliki istri lebih dari satu. Menariknya, belum ada berita perkawinannya bermasalah. Beberapa tahun lalu, kelompok aktifis perempuan sempat mengeluarkan daftar calon anggota dewan yang tak layak dipilih karena dianggap punya kelakuan buruk. Anehnya, seorang pakar hadits dari salah satu partai Islam dimasukkan sebagai tokoh berperilaku buruk karena dianggap telah mempraktekkan poligami.

Umumnya para aktifis perempuan yang alergi poligami, sering mengaitkan praktek itu sebagai bentuk kekerasan dalam rumah tangga atau melecehkan harkat dan martabat perempuan. Namun hingga kini, tak terdengar suara LSM atau aktifis perempuan yang menentang perselingkuhan, pergaulan seks bebas atau maraknya sexual dissorder (hubungan lawan jenis) dan mengeluarkan daftar serupa sebagai orang berperilaku buruk.
(HoustonChronicle.com/AP/Hid/Cha)

29 August 2005

The Story Of Curug Nangka


Curug Nangka. Merupakan suatu kawasan hutan wisata atau biasa disebut Wana Wisata di daerah Bogor yang menyajikan suatu panorama alam berupa keindahan hutan dan air terjun. Lokasi obyek wisata ini berada tidak jauh dari Bumi Perkemahan Sukamantri, dan masih berada di kaki Gunung Salak pada ketinggian 750 m dpl. Seperti halnya Bumi Perkemahan Sukamantri, perjalanan ke Curug Nangka pun dapat ditempuh dari Bogor melalui Ciapus, dan dilanjutkan dengan jalan kaki sepanjang ±1,5 km.

Pembangunan Wana Wisata Curug Nangka lebih diprioritaskan sebagai obyek wisata harian. Namun demikian bagi pengunjung yang berminat untuk berkemah, masih tersedia lapangan untuk berkemah, tapi fasilitasnya agak terbatas. Wana Wisata Curug Nangka, banyak diminati oleh para kawula muda dari Jakarta dan sekitarnya, karena selain memiliki pesona alam yang sangat indah, juga mudah dijangkau dan tidak memerlukan waktu yang terlalu lama. Daya tarik utama Wana Wisata Curug Nangka adalah air terjun yang mempunyai 3 tahap, dengan masing-masing ketinggian antara 10 -20 m. Sedangkan daya tarik lainnya adalah, keadaan lapangan yang berbatu dibawah teduhnya tegakan pohon Pinus, serta mengalirnya air pegunungan.

Sungguh merupakan daya tarik yang bisa menghilangkan kejenuhan akibat kegiatan sehari hari yang melelahkan dan menjemukan. Fasilitas-fasilitas yang tersedia di Wana Wisata Curug Nangka adalah : shelter-shelter, kios-kios makanan, mushola, mck, lintas jalan kaki, dan lain-lain. Para pengunjung dikenakan tarif masuk Rp. 3.000,-/orang (termasuk asuransi jiwa Rp. 250,-). Untuk berkemah dikenakan tarif sebesar Rp. 2.750,-/orang/hari

Nah beberapa hari yang lalu saya bersama teman-teman dan saudara-saudara se-iman dari myquran.org mengadakan acara tafakur alam di lokasi ini. Acara ini berawal ketika para member dari MyQuran ingin mengadakan acara ketemuan akbar, kemudian kang d24k1 menggagas pembentukan MyQPala. Setelah dibuat polling tentang tempat dan tanggal pelaksanaan maka ditetapkanlah lokasinya di Curug Nangka dan akan dilaksanakan pada tanggal 27-28 Agustus 2005. Sebelum pelaksanaan diadakan sruvey terlebih dahulu..... Wah kalo ini segh bukan survey lagi soalnya perserta surveynya masya allah banyak tenan ini....

Akhirnya tibalah saat pelaksanaan TA di Curug Nangka. Agar lebih mantap maka diberangkatkanlah tim advance untuk membawa beberapa perlengkapan awal dan mendirikan tenda di lokasi. Tim terdiri dari tiga ikhwan member MyQ yaitu akhina Alfarizy, Alghifari dan pakdhe_aree, yang berangkat Jum'at sore. Sampai di bogor, saat akan melanjutkan ke lokasi ternyata hujan deras mengguyur walhasil kita berteduh sembari menunggu hujan reda. Namun setelah ditunggu beberapa saat belum terlihat tanda-tanda hujan kan mereda akhirnya diputuskan untuk menyarter angkot sampai tujuan. Alhamdulillah ada angkot yang bersedia. Waktu menunjukkan pukul 8 malam lebih ketika angkot tersebut sampai di lokasi tujuan. Suasana masih hujan dan hari sudah gelap, beruntung saat itu masih ada warung yang masih buka sehingga kamipun bergegas menuju kesana. Sembari melepas lelah dan penat serta dinginnya udara di badan kami pesan teh hangat dan makan mie. Banyak yang tercurah dan tertumpah saat kami saling berbagi cerita dan pengalaman masing-masing dalam warung itu. Setelah ditunggu sekian lama hujan belum juga mereda maka diputuskan untuk menginap di warung tersebut sampai pagi.

Alhamdulillah saat sinar sang mentari pagi menyapa cuaca terlihat cerah, setelah berolah raga sejenak untuk meregangkan otot-otot yang kaku dan menghangatkan diri dengan segelas teh panas, kamipun bergegas menuju lokasi untuk mendirikan tenda. Alhamdulillah tenda berhasil didirikan walau lokasinya tidak sesuai pada saat survey karena pertimbangan tempat yang awal kurang memadai. Sekitar jam 8 pagi akhina Ghifari dan Alfarizy pamit untuk pulang terlebih dahulu karena ada keperluan yang harus diselesaikan, tinggalah pakdhe_aree sendiri menunggu tenda....


to be continued......